• Acquiring New Users

Pemasaran Dalam 'Normal Baru:' Bagaimana Asia-Pasifik Bersiap

Team InMobi
5 min read
Posted on September 03, 2020

COVID-19 telah menyebabkan perubahan besar dalam cara berpikir, merasakan, dan bertindak konsumen. Akibatnya, pemasar saat ini mengevaluasi kembali prioritas dan strategi mereka untuk tidak hanya bertahan tetapi juga berkembang di dunia pasca-COVID. Perubahan apa yang dibawanya ke dalam normal baru dalam strategi pemasaran? Bagaimana marketers tetap berada di puncak permainan mereka melalui masa transisi ini? Melalui survei kami, yang dilakukan dengan para pemimpin pemasaran digital teratas dari Asia Tenggara dan India menghadirkan fakta menarik dalam marketing di era New Normal.

Digital Marketing Maturity (DMM) adalah Kunci di dalam era New Normal

Dengan perubahan pola perilaku masyarakat dalam membelanjakan uang mereka, digital menjadi hal prerogatif bagi brand untuk berinteraksi dengan konsumen baru, dan marketers perlu menilai ulang mengenai prioritas dalam mengukur tujuan pemasaran mereka agar tetap terhubung dengan konsumen.

DMM Sangat Penting, tetapi Apakah Brand Sudah Siap?

BCG menyatakan bahwa DMM adalah kapasitas organisasi dalam memberikan pengalaman bagi brand untuk kedewasaan strategi marketing mereka: Nascent, Emerging, Connected, dan Multi-moment. Menurut survei yang dilakukan oleh InMobi, hampir setengah dari pemasar mengkategorikan diri mereka dalam Nascent atau Emerging Stage, menyisakan ruang besar untuk pertumbuhan organisasi. Seperti yang telah terjadi di e-commerce dan industri BFSI (Banking, Financial Services and Insurance) yang telah memimpin DMM Karena mereka telah berada di posisi connected dan multi-moment.

Mengingat keadaan kematangan pemasaran digital, apa tujuan marketers yang perlu diketahui dalam era New Normal ini?

  1. Mendapatkan pelanggan baru
  2. Memperkuat brand reputation and trust
  3. Meningkatkan brand awareness
  4. Engage dengan komunitas yang telah ada

Saat DMM berkembang, strategi marketers yang disalurkan melalui channel digital bergeser dari aspiration menjadi tindakan yang dapat ditindaklanjuti. Saat marketers bergerak menuju akhir, yang dapat ditindaklanjuti mereka telah siap untuk mengukur ROI.

Evolusi Strategi dan Perkembangan Kematangan Pemasaran Digital

Mendapatkan pelanggan baru sambil meningkatkan engagement dengan pelanggan yang sudah ada telah menjadi tantangan tersendiri di wilayah Asia Pasifik. Marketers ingin mendorong hasil yang dapat diukur ke depan dengan berinvestasi dalam strategi berikut:

  1. Membangun pengalaman pelanggan secara omnichannel
  2. Mengakses data konsumen secara real-time
  3. Memanfaatkan otomatisasi di seluruh digital Chanel
  4. Membangun sumber daya manusia yang terampil

Strategi Utama yang Dapat Dilakukan oleh Brand di era New Normal

Iklan digital akan mendorong pertumbuhan di dunia Pasca-Covid, sementara digital adalah bagian dari sebagian besar strategi pemasaran, 58% marketers menghabiskan kurang dari 40% anggaran mereka untuk digital. Dengan berbagai macam platform untuk dijelajahi seperti TV, OOH, media Cetak, dan radio, anggaran tersebar dengan baik di berbagai saluran digital dan non digital. Pandemi telah mengakibatkan marketers harus mengubah rencana mereka agar lebih fokus secara digital.

Menurut eMarketer, India dan Asia Tenggara mengalami peningkatan yang luar biasa dalam pembelanjaan iklan untuk digital yang tumbuh masing-masing sebesar 33% dan 18% dari tahun 2020 hingga 2021. Pengeluaran iklan seluler juga mengalami peningkatan pertumbuhan di India sebesar 38% dan 20% SEA sebesar 20% dari tahun 2020 hingga 2021. Secara keseluruhan, pasca-COVID, ada peningkatan belanja iklan digital yang signifikan sebesar 69%.

Anggaran iklan bebasis hasil dan in-App akan tumbuh sebesar 87%, dimana marketers akan meningkatkan investasi mereka dalam in-app advertising hingga 40%.

Programmatic buying tetap menjadi channel yang paling efisien bagi marketers untuk menjangkau dan engage dengan audience, dimana terdapat brand-safe environment 100% yang sesuai dengan pedoman industri. Dengan tujuan inti utama mengakuisisi konsumen, marketers mengeluarkan budget iklan untuk mengkomunikasikan campaign melalui iklan yang dapat diukur, dan terdapat penurunan dalam pembelanjaan iklan untuk pencitraan merek.

 

Artikel juga diterbitkan di BW Businessworld pada tanggal 18 Agustus 2020

Stay Up to Date

Register to our blog updates newsletter to receive the latest content in your inbox.